Senin, 23 Mei 2011
Sabtu, 30 April 2011
Aspirasi
oleh : GAMURANG
SADARLAH..... SADARLAH !!!
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah rahmad, kesehatan dan keselamatan. Dan tidak lupa kita panjatkan Puji dan Syukur pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW atas syafa’at dan hidayah-Nya.
Dalam kesempatan ini marilah kita berpikir secara jernih, membuka hati nurani kita tentang kehidupan di dunia yang akan datang yang akan diteruskan oleh anak, cucu kita. Tentunya kita tidak ingin disalahkan oleh mereka dengan keadaan setelah kita tinggalkan dunia ini dan selalu menjaga keseimbangan alam ini sehingga dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh anak cucu kita.
Kita pasti tahu symbol kota kita yaitu PATI BUMI MINA TANI, dimana disitu diprioritaskan bahwa sector pertanian yang harus ditingkatkan dan terbukti yang mampu menghidupi kita dari zaman Nabi Adam sampai sekarang. Tapi berjalannya waktu dan keserakahan Pejabat (Wakil Rakyat) yang hanya mementingkan kepentingan Minoritas (Kongsi / anggotanya) dan tidak menghiraukan aspirasi masyarakat luas, mereka berncana mendirikan Pabrik semen di Area Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Kayen.
Ingat Pelajaran waktu sekolah…. Ada Gunung ada laut, tapi itu hanya akan jadi kata-kata saja, karena Pejabat berencana menjual Pegunungan-Pegunungam yang ada di Indonesia, maka marilah kita untuk bersatu menggagalkan rencana Pejabat Murtad, Rakus yang lupa akan janji-janjinya pada Masyarakat. Bisa dibilang kita akan dijajah tapi penjajahnya itu bangsa sendiri, mereka hanya menginginkan Pegunungan-Pegunungan akan dihancur leburkan dan akan dikirim kenegara lain, tapi apa yang akan terjadi bila Pegunungan sudah habis ??? mereka pasti akan pergi dan hanya menyisakan bencana bagi masyarakat, apa bukan Penjajah Namanya. Disitu akan hilang dan punah benda-benda yang ada dipegunungan baik benda hidup maupun mati dari sumber air dan hewannya dan tanah akan jadi tandus.
Menurut data yang ada bila Perusahaan semen berdiri akan membutuhkan karyawan sebanyak 500 orang, dan pembagiannya tenaga ahli sebanyak 300 orang, sisanya sebagai tenaga kasar. Apa mungkin dengan kebutuhan 200 pekerja kasar akan menampung 2 kecamatan, yaitu Tambakromo dan Kayen sedangkan jumlah penduduknya saja ± ratusan juta orang. Sedangkan Pekerjaan yang dibutuhkan pasti minimal lulusan SMA/ sederajat yang hanya akan menjadi kuli, satpam, cleaning service dan office boy. Sedangkan yang tidak tamat SMA/ sederajat akan dikemanakan ??? yang hari-hari biasanya bisa dapat penghasilan dari pertanian yang dapat menampung banyak orang dan mencukupi kbutuhan tiap hari. Tapi bila tanah Pertanian sudah di jadikan tambang apa yang akan mereka alami, pasti akan kehilangan mata pencarian tapi Pemerintah tidak bisa menjamin kebutuhannya dengan menyediakan pekerjaan.
Di pulau jawa ini Penduduknya sudah begitu padat, tentunya penduduk akan bertambah dan memerlukan tempat tinggal, tapi Pemerintah tidak mau berpikir malah akan menggusurnya. Dipulau jawa adalah sentral dunia, dimana banyak sejarah-sejarah zaman dahulu kala, dari adanya ditemukan Fosil-fosil zaman purba, Kerajaan-kerajaan jawa yang mempersatukan Negara RI, Petilasan-petilasan Zaman dulu dan Paling utama adalah Leluhur kita yang selalu kita kunjungi dan mendoakanNya. Apakah sejarah dan adat itu akan dikesampingkan dan malah dihancurkannya ??? benar-benar Pejabat Laknat, murtad !!!
SADARLAH..... SADARLAH !!!
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah rahmad, kesehatan dan keselamatan. Dan tidak lupa kita panjatkan Puji dan Syukur pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW atas syafa’at dan hidayah-Nya.
Dalam kesempatan ini marilah kita berpikir secara jernih, membuka hati nurani kita tentang kehidupan di dunia yang akan datang yang akan diteruskan oleh anak, cucu kita. Tentunya kita tidak ingin disalahkan oleh mereka dengan keadaan setelah kita tinggalkan dunia ini dan selalu menjaga keseimbangan alam ini sehingga dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh anak cucu kita.
Kita pasti tahu symbol kota kita yaitu PATI BUMI MINA TANI, dimana disitu diprioritaskan bahwa sector pertanian yang harus ditingkatkan dan terbukti yang mampu menghidupi kita dari zaman Nabi Adam sampai sekarang. Tapi berjalannya waktu dan keserakahan Pejabat (Wakil Rakyat) yang hanya mementingkan kepentingan Minoritas (Kongsi / anggotanya) dan tidak menghiraukan aspirasi masyarakat luas, mereka berncana mendirikan Pabrik semen di Area Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Kayen.
Ingat Pelajaran waktu sekolah…. Ada Gunung ada laut, tapi itu hanya akan jadi kata-kata saja, karena Pejabat berencana menjual Pegunungan-Pegunungam yang ada di Indonesia, maka marilah kita untuk bersatu menggagalkan rencana Pejabat Murtad, Rakus yang lupa akan janji-janjinya pada Masyarakat. Bisa dibilang kita akan dijajah tapi penjajahnya itu bangsa sendiri, mereka hanya menginginkan Pegunungan-Pegunungan akan dihancur leburkan dan akan dikirim kenegara lain, tapi apa yang akan terjadi bila Pegunungan sudah habis ??? mereka pasti akan pergi dan hanya menyisakan bencana bagi masyarakat, apa bukan Penjajah Namanya. Disitu akan hilang dan punah benda-benda yang ada dipegunungan baik benda hidup maupun mati dari sumber air dan hewannya dan tanah akan jadi tandus.
Menurut data yang ada bila Perusahaan semen berdiri akan membutuhkan karyawan sebanyak 500 orang, dan pembagiannya tenaga ahli sebanyak 300 orang, sisanya sebagai tenaga kasar. Apa mungkin dengan kebutuhan 200 pekerja kasar akan menampung 2 kecamatan, yaitu Tambakromo dan Kayen sedangkan jumlah penduduknya saja ± ratusan juta orang. Sedangkan Pekerjaan yang dibutuhkan pasti minimal lulusan SMA/ sederajat yang hanya akan menjadi kuli, satpam, cleaning service dan office boy. Sedangkan yang tidak tamat SMA/ sederajat akan dikemanakan ??? yang hari-hari biasanya bisa dapat penghasilan dari pertanian yang dapat menampung banyak orang dan mencukupi kbutuhan tiap hari. Tapi bila tanah Pertanian sudah di jadikan tambang apa yang akan mereka alami, pasti akan kehilangan mata pencarian tapi Pemerintah tidak bisa menjamin kebutuhannya dengan menyediakan pekerjaan.
Di pulau jawa ini Penduduknya sudah begitu padat, tentunya penduduk akan bertambah dan memerlukan tempat tinggal, tapi Pemerintah tidak mau berpikir malah akan menggusurnya. Dipulau jawa adalah sentral dunia, dimana banyak sejarah-sejarah zaman dahulu kala, dari adanya ditemukan Fosil-fosil zaman purba, Kerajaan-kerajaan jawa yang mempersatukan Negara RI, Petilasan-petilasan Zaman dulu dan Paling utama adalah Leluhur kita yang selalu kita kunjungi dan mendoakanNya. Apakah sejarah dan adat itu akan dikesampingkan dan malah dihancurkannya ??? benar-benar Pejabat Laknat, murtad !!!
Jumat, 29 April 2011
TERUSKAN PERJUANGAN
SEKILAS PINTAS TENTANG PENOLAKAN PENAMBANGAN DI TAMBAKROMO
Jakarta-19 Mei 2009 Joe Marbun dari Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA) menjelaskan, Daerah Sukolilo, Kayen dan Tambakromo adalah kawasan cagar alam geologi kawasan karst (Kepmen No. 0398 K/40/MEM/2005), sehingga tidak boleh dilakukan eksplorasi dan eksploitasi di kawasan karst tersebut dan diperkuat dengan PP No. 26/2008 tentang Tata Ruang Wilayah Nasional sehingga apabila ini tetap dilanjutkan adalah merupakan perbuatan melawan hukum.
Tambakromo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Kecamatan Tambakromo terletak di bagian selatan Kabupaten Pati. Bagian selatannya merupakan bagian dari Pegunungan Kapur Utara yang sekaligus menjadi pembatas dengan Kabupaten Grobogan.
Dahulunya kecamatan ini menjadi bagian dari Kawedanan Kayen.
18 Desa/kelurahan Kec Tambakromo
1. Angkatan Kidul
2. Angkatan Lor
3. Karangawen
4. Karangmulyo
5. Karangwono
6. Keben
7. Kedalingan
8. Larangan
9. Maitan
10. Mangunrekso
11. Mojomulyo
12. Pakis
13. Sinomwidodo
14. Sitirejo
15. Tambahagung
16. Tambaharjo
17. Tambakromo
18. Wukirsari
Batas-batas wilayah Kecamatan Tambakromo yaitu:
• Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Gabus.
• Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Winong.
• Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Grobogan
• Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Kayen.
Dampak dari akan dikeprasnya pegunungan kapur dan diambilnya tanah liat untuk bahan baku semen akan mengakibatkan beberapa dampak sebagai berikut:
• Hilangnya mata air di pegunungan Kendeng berarti hilangnya sumber irigasi/pengairan yang dimanfaatkan oleh warga TAMBAKROMO dan kecamatan lain baik untuk kegiatan produktif maupun konsumsi rumah tangga
• Kerusakan lingkungan pegunungan Kendeng akibat Tambang Semen akan merubah produktivitas dan aktivitas produksi masyarakat setempat.
• Kerusakan terhadap Pegunungan Kendeng akan mempengaruhi kerusakan pada kekayaan keanekaragaman hayati yang selama ini tersimpan lestari di pegunungan Kendeng, meningkatkan polusi udara, polusi suara, zat-zat beracun dalam limbah pabrik, dan perubahan suhu udara.
• Perubahan fungsi lahan-lahan pertanian menjadi daerah hunian dan berbagai macam bangunan.
• Perubahan fungsi lahan perikanan menjadi daerah industri dengan tingkat kepadatan yang tinggi.
Selain dampak lingkungan, industrialisasi akan membawa dampak sosial bagi masyarakat sekitar, antara lain:
1. Perpindahan tempat tinggal yang berarti tergusurnya masyarakat lokal dan digantikan oleh masyarakat pendatang yang memiliki modal lebih besar.
2. Hilangnya mata pencaharian sebagian besar masyarakat wilayah Pati Selatan yang menggantungkan hidupnya pada keberadaan lahan pertanian.
3. Hilangnya semangat kebersamaan dikarenakan tenaga kerja yang diserap oleh industri semen jelas tidak akan menampung seluruh tenaga kerja yang telah kehilangan lahan pertanian. Kondisi ini jelas akan memicu persaingan yang menjurus pada konflik pada masyarakat sekitar lokasi pabrik semen.
4. Rusaknya tatanan sosial dan budaya karena proses industrialisasi jelas akan memunculkan banyaknya tempat-tempat hiburan yang cenderung menuju ke arah kemaksiatan.
SELAMAT BERJUANG
Jakarta-19 Mei 2009 Joe Marbun dari Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA) menjelaskan, Daerah Sukolilo, Kayen dan Tambakromo adalah kawasan cagar alam geologi kawasan karst (Kepmen No. 0398 K/40/MEM/2005), sehingga tidak boleh dilakukan eksplorasi dan eksploitasi di kawasan karst tersebut dan diperkuat dengan PP No. 26/2008 tentang Tata Ruang Wilayah Nasional sehingga apabila ini tetap dilanjutkan adalah merupakan perbuatan melawan hukum.
Tambakromo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Kecamatan Tambakromo terletak di bagian selatan Kabupaten Pati. Bagian selatannya merupakan bagian dari Pegunungan Kapur Utara yang sekaligus menjadi pembatas dengan Kabupaten Grobogan.
Dahulunya kecamatan ini menjadi bagian dari Kawedanan Kayen.
18 Desa/kelurahan Kec Tambakromo
1. Angkatan Kidul
2. Angkatan Lor
3. Karangawen
4. Karangmulyo
5. Karangwono
6. Keben
7. Kedalingan
8. Larangan
9. Maitan
10. Mangunrekso
11. Mojomulyo
12. Pakis
13. Sinomwidodo
14. Sitirejo
15. Tambahagung
16. Tambaharjo
17. Tambakromo
18. Wukirsari
Batas-batas wilayah Kecamatan Tambakromo yaitu:
• Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Gabus.
• Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Winong.
• Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Grobogan
• Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Kayen.
Dampak dari akan dikeprasnya pegunungan kapur dan diambilnya tanah liat untuk bahan baku semen akan mengakibatkan beberapa dampak sebagai berikut:
• Hilangnya mata air di pegunungan Kendeng berarti hilangnya sumber irigasi/pengairan yang dimanfaatkan oleh warga TAMBAKROMO dan kecamatan lain baik untuk kegiatan produktif maupun konsumsi rumah tangga
• Kerusakan lingkungan pegunungan Kendeng akibat Tambang Semen akan merubah produktivitas dan aktivitas produksi masyarakat setempat.
• Kerusakan terhadap Pegunungan Kendeng akan mempengaruhi kerusakan pada kekayaan keanekaragaman hayati yang selama ini tersimpan lestari di pegunungan Kendeng, meningkatkan polusi udara, polusi suara, zat-zat beracun dalam limbah pabrik, dan perubahan suhu udara.
• Perubahan fungsi lahan-lahan pertanian menjadi daerah hunian dan berbagai macam bangunan.
• Perubahan fungsi lahan perikanan menjadi daerah industri dengan tingkat kepadatan yang tinggi.
Selain dampak lingkungan, industrialisasi akan membawa dampak sosial bagi masyarakat sekitar, antara lain:
1. Perpindahan tempat tinggal yang berarti tergusurnya masyarakat lokal dan digantikan oleh masyarakat pendatang yang memiliki modal lebih besar.
2. Hilangnya mata pencaharian sebagian besar masyarakat wilayah Pati Selatan yang menggantungkan hidupnya pada keberadaan lahan pertanian.
3. Hilangnya semangat kebersamaan dikarenakan tenaga kerja yang diserap oleh industri semen jelas tidak akan menampung seluruh tenaga kerja yang telah kehilangan lahan pertanian. Kondisi ini jelas akan memicu persaingan yang menjurus pada konflik pada masyarakat sekitar lokasi pabrik semen.
4. Rusaknya tatanan sosial dan budaya karena proses industrialisasi jelas akan memunculkan banyaknya tempat-tempat hiburan yang cenderung menuju ke arah kemaksiatan.
SELAMAT BERJUANG
Laskar Lereng Kendeng
PABRIK SEMEN GENTAYANGAN DI GUNUNG KENDENG
RESAHKAN MASYARAKAT….!!!
TAMBAKROMO- Kurang lebih dua belas tahun bukit Kendeng mengalami ketandusan karena keserakahan manusia, belum pulih rasaya ketandusan itu tiba-tiba muncul isu yang meresahkan masarakat tentang perencanaan pembangunan Pabrik Semen oleh PT. Sahabat Mulia Sakti (SMS), proyek tersebut direncanakan di dua wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Tambakromo dan Kayen;
1. Rencana Tapak Pabrik di Kecamatan TAMBAKROMO : Desa Tambakromo, Larangan, Karangawen dan Mojomulyo.
2. Lokasi Penambangan
• Kecamatan TAMBAKROMO : Desa Larangan, Karangawen, Mojomulyo, Pakis, Wukirsari, Maitan dan Keben.
• Kecamatan KAYEN : Desa Brati, Sumbersari dan Purwokerto.
Sudah berkali-kali masyarakat melakukan AKSI PENOLAKAN dari pengumpulan tandatangan penolakan bahkan AKSI DEMONSTRASI sudah sering kali dilakukan, dengan maksud suara mereka dapat didengar oleh wakil-wakil mereka di kursi DPR dan para PEJABAT PEMERINTAH tapi sampai dengan detik ini TIDAK ADA RESPON sedikitpun dari mereka.
Sebetulnya masyarakat TIDAK RELA apabila bukit kendeng harus hancur dan tinggal kenangan saja, karena sebagian besar masyarakat sekitar mendapat penghidupan untuk mencukupi kebutuhanya adalah dari pengelolaan pertanian di lereng-lereng bukit kendeng, selain itu KERUGIAN MASYARAKAT lebih besar ketimbang manfaat yang diperoleh:
Manfaat Pabrik KERUGIAN/DAMPAK BAGI MASYARAKAT
Perkiraan-perkiraan:
1. Luas area tapak pabrik ± 180 hektar
Luas area penambangan ± 5.000 hektar
2. Peluang lapangan pekerjaan
Tenaga kerja yang dibutuhkan hanya sekitar 500 orang yang terdiri dari 300 masyarakat lokal dan 200 tenaga ahli.
3. Tumbuh kembangnya usaha perdagangan bagi yang memiliki modal.
1. Pertaniaan adalah pekerjaan yang dapat dikerjakan setiap orang tanpa memandang IJAZAH/KEPANDAIAN DAN USIA bahkan orang USIA LANJUT bisa mengerjakanya sebagai kegiatan di hari tuanya.
2. Menurunya status sosial/derajat masyarakat.
Menjadi petani adalah suatu KEBANGGAAN bagi masyarakat dari pada harus menjadi BURUH/KULI PABRIK.
3. Mengurangi lapangan pekerjaan/menambah pengangguran.
Dengan berkurangnya lahan pertanian secara otomatis para penggarap sawah dan para pekerjanya akan kehilangan mata pencaharian.
Misal : 1 hektar lahan pertanian ± 5 orang pekerja
180 hektar x 5 = 900 orang pekerja
5000 hektar x 5 = 25.000 orang pekerja
JUMLAH………….………25.900 orang pekerja
Coba bandingkan dengan tenaga kerja yang dibutuhkan pabrik semen………..?
4. Kerusakan mata air, pencemaran udara, meningkatnya tingkat getaran/kebisingan.
5. Perubahan norma sosial.
Kadatangan penghuni-penghuni baru disekitar kita membuat peradapan dan budaya baru pula bagi masyarakat setempat.
6. Mengganggu kesehatan masyarakat.
Saat ini anak-anak kita masih bisa menghirup udara segar/bebas polusi ketika nanti telah terjadi pengerukan dan debu-debu sudah menyebar sangat dikawatirkan mewabahnya penyakit PARU/SILIKOSIS pada anak-anak kita.
7. Keresahkan masyarakat.
Akan terputusnya ekosistem alam
Mengancam punahnya satwa - satwa yang dilindungi
Merusak cagar budaya, tempat-tempat wisata , dan situs-situs yang telah ada
Tergusurnya penduduk lokal disekitar pegunungan kendeng
8. Masih ada seribu alasan dari masyarakat yang belum tercatat disini………………
INI TANAH KITA TANAH BEBAS PENJAJAH, TEMPAT KITA DILAHIRKAN DAN DIBESARKAN, TEMPAT DIMANA KITA MENCARI KEHIDUPAN,
RELAKAH KITA…BILA YANG KITA MILIKI INI KURAS DAN DIRAMPAS OLEH INVESTOR-INVESTOR ASING………………………?????
RESAHKAN MASYARAKAT….!!!
TAMBAKROMO- Kurang lebih dua belas tahun bukit Kendeng mengalami ketandusan karena keserakahan manusia, belum pulih rasaya ketandusan itu tiba-tiba muncul isu yang meresahkan masarakat tentang perencanaan pembangunan Pabrik Semen oleh PT. Sahabat Mulia Sakti (SMS), proyek tersebut direncanakan di dua wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Tambakromo dan Kayen;
1. Rencana Tapak Pabrik di Kecamatan TAMBAKROMO : Desa Tambakromo, Larangan, Karangawen dan Mojomulyo.
2. Lokasi Penambangan
• Kecamatan TAMBAKROMO : Desa Larangan, Karangawen, Mojomulyo, Pakis, Wukirsari, Maitan dan Keben.
• Kecamatan KAYEN : Desa Brati, Sumbersari dan Purwokerto.
Sudah berkali-kali masyarakat melakukan AKSI PENOLAKAN dari pengumpulan tandatangan penolakan bahkan AKSI DEMONSTRASI sudah sering kali dilakukan, dengan maksud suara mereka dapat didengar oleh wakil-wakil mereka di kursi DPR dan para PEJABAT PEMERINTAH tapi sampai dengan detik ini TIDAK ADA RESPON sedikitpun dari mereka.
Sebetulnya masyarakat TIDAK RELA apabila bukit kendeng harus hancur dan tinggal kenangan saja, karena sebagian besar masyarakat sekitar mendapat penghidupan untuk mencukupi kebutuhanya adalah dari pengelolaan pertanian di lereng-lereng bukit kendeng, selain itu KERUGIAN MASYARAKAT lebih besar ketimbang manfaat yang diperoleh:
Manfaat Pabrik KERUGIAN/DAMPAK BAGI MASYARAKAT
Perkiraan-perkiraan:
1. Luas area tapak pabrik ± 180 hektar
Luas area penambangan ± 5.000 hektar
2. Peluang lapangan pekerjaan
Tenaga kerja yang dibutuhkan hanya sekitar 500 orang yang terdiri dari 300 masyarakat lokal dan 200 tenaga ahli.
3. Tumbuh kembangnya usaha perdagangan bagi yang memiliki modal.
1. Pertaniaan adalah pekerjaan yang dapat dikerjakan setiap orang tanpa memandang IJAZAH/KEPANDAIAN DAN USIA bahkan orang USIA LANJUT bisa mengerjakanya sebagai kegiatan di hari tuanya.
2. Menurunya status sosial/derajat masyarakat.
Menjadi petani adalah suatu KEBANGGAAN bagi masyarakat dari pada harus menjadi BURUH/KULI PABRIK.
3. Mengurangi lapangan pekerjaan/menambah pengangguran.
Dengan berkurangnya lahan pertanian secara otomatis para penggarap sawah dan para pekerjanya akan kehilangan mata pencaharian.
Misal : 1 hektar lahan pertanian ± 5 orang pekerja
180 hektar x 5 = 900 orang pekerja
5000 hektar x 5 = 25.000 orang pekerja
JUMLAH………….………25.900 orang pekerja
Coba bandingkan dengan tenaga kerja yang dibutuhkan pabrik semen………..?
4. Kerusakan mata air, pencemaran udara, meningkatnya tingkat getaran/kebisingan.
5. Perubahan norma sosial.
Kadatangan penghuni-penghuni baru disekitar kita membuat peradapan dan budaya baru pula bagi masyarakat setempat.
6. Mengganggu kesehatan masyarakat.
Saat ini anak-anak kita masih bisa menghirup udara segar/bebas polusi ketika nanti telah terjadi pengerukan dan debu-debu sudah menyebar sangat dikawatirkan mewabahnya penyakit PARU/SILIKOSIS pada anak-anak kita.
7. Keresahkan masyarakat.
Akan terputusnya ekosistem alam
Mengancam punahnya satwa - satwa yang dilindungi
Merusak cagar budaya, tempat-tempat wisata , dan situs-situs yang telah ada
Tergusurnya penduduk lokal disekitar pegunungan kendeng
8. Masih ada seribu alasan dari masyarakat yang belum tercatat disini………………
INI TANAH KITA TANAH BEBAS PENJAJAH, TEMPAT KITA DILAHIRKAN DAN DIBESARKAN, TEMPAT DIMANA KITA MENCARI KEHIDUPAN,
RELAKAH KITA…BILA YANG KITA MILIKI INI KURAS DAN DIRAMPAS OLEH INVESTOR-INVESTOR ASING………………………?????
Jumat, 08 April 2011
Karya pemuda Gamurang
JERITAN DARI LERENG KENDENG
Hentikan dan hentikan
Jangan ambil tanah kami
Jangan ambil gunung kami
Sisakan untuk anak cucu kami kelak
Bila tidak …..
Mereka hanya bisa mendengar cerita,
Disana ada bukit barisan pegunungan Kendeng
Disana kami mengambil kayu bakar
Disana kami mengambil daun jati pembungkus nasi
Disana kami berlindung pada bencana
Dulu………..sekarang…………
Dan sampai kami mati……!!!
Kami sudah susah
Jangan ditambah susah
Dipaksa berfikir untung dan rugi
Sudah pasti rugi bagi kami, untung bagi kamu
Yang miskin makin sengsara
Yang kaya makin menggila
Banjir dimana-mana tidak ada solusi
Air jadi barang mahal,itu pasti
Jangan dan jangan
Kau rampas milik kami satu-satunya
Gunung itu cita-cita kami nanti
Sumber hidup untuk ribuan bahkan jutaan manusia
Yang hijau biarlah tetap hijau sampai berhentinya kehidupan
BIla sudah terlanjur kau hancurkan,
Tak kan dapat kau buatkan kami gunung lagi
Bukalah hati dengan nurani
Jangan biarkan kami mati karena gengsi ,karena ambisimu……
Jumat, 04 Februari 2011
SILATURAHIM PABRIK SEMEN DI WILAYAH KAB. PATI
Pada hari kamis 3 Februari 2011 jam 19.00 WIB. Berada di tempat rumah makan Kembang Joyo Kab. Pati, PT SMS selaku pelaksana Indocement mengundang JM-PPK, FMPL, GAMURANG, dan Sedulur SIKEP dalam acara Silaturahim sekaligus pemaparan Rencana Pendirian Pabrik Semen di wilayah Kec. Kayen dan Kec. Tambakromo. Dalam kesempatan itu, JM-PPK, FMPL, GAMURANG, dan Sedulur SIKEP menjawab dengan sikap datang, tidak mau makan dan minum, hanya duduk-duduk sebentar dan menyampaikan beberapa kata singkat yang isinya ucapan terima kasih sudah diundang dan langsung pamitan untuk pulang. Tidak ada maksud tidak menghargai PT SMS, tapi demi kebaikan semua Elemen-elemen (Lembaga masyarakat) yang hadir dalam pertemuan tersebut. Karena pada dasarnya pertemuan tersebut pasti akan terjadi perdebatan yang sengit, tanpa ada penyelesaian bisa di ibaratkan bertemu teman dalam peperangan. Dalam pertemuan itu ada sekitar 50 LSM (Lembaga Sosial Masyarakat) yang hadir di situ dan 90 % LSM yang di undang bertempat di Pati Kota dan Utara yang kurang begitu paham Wilayah Selatan (Kec. Kayen dan Kec. Tambakromo) yang rencananya akan didirikan Pabrik Semen . Tapi tidak semua LSM itu murni mewakili aspirasi masyarakat dan bukan rahasia lagi banyak LSM yang hanya mementingkan Golongan saja, hanya mengejar Materi, keinginan kelompok tanpa memperdulikan masyarakat yang hanya dijadikan obyek.Sudah di Garis Besar bahwa JM-PPK, FMPL, GAMURANG, dan Sedulur SIKEP yang benar-benar mewakili aspirasi masyarakat menolak dengan keras adanya Rencana Pembangunan Pabrik Semen di wilayah Jawa Tengah khususnya di Pegunungan Kendeng Kab. Pati. Pemerintah yang bijak harus tahu keinginan masyarakat, bukan kepentingan individu-individu yang hanya menguntungkan pihak tertentu. Lihat symbol Kab. Pati “ PATI BUMI MINA TANI” harusnya Pemerintah bisa berkaca diri, jadi Pertanian yang harus ditingkatkan yang bisa menyejahterakan masyarakat sampai berabad-abad tanpa ada batasannya, bukan Pabrik Semen yang hanya bertahan hanya beberapa puluh tahun dan akan ditinggalkan begitu saja bila SDA-nya habis.Semoga acuhan ini bisa membuat Pemerintah (Khususnya) dan LSM berpikir, berbenah diri, mengetahui keinginan masyarakat dan benar-benar bisa membantu mewujudkan keinginan Masyarakat dan Pemerintah.
Senin, 01 November 2010
SEGO TEWEL
Rabu, 27 Oktober 2010
Selamatkan Gunung Kendeng dari yang Gendeng
Luas membentang sungguh elok terlihat tampak dari kejauhan. saat pagi menjelang dan terbitnya sang mantari sungguh menakjubkan, sebuah mahakarya anugerah dan ciptaan Tuhan yang harus dipertahankan sampai kapanpun. penopang segala bencana satu-satunya di wilayah kami. Oh Kendeng akankah nasibmu tragis...???? apakah kamu harus terbelah oleh keserakahan....??? Rencana yang sangat tidak mengenakkan hati terdengar memerahkan telinga. Kami anak desa yang tak tahu apa-apa jangan dijadikan korban dari kesewenang-wenangan dunia. Wahai penguasa maukah kamu lihat saat kita sengsara tergusur oleh kokohnya industri, apakah kamu masih bersuara lantang dan ingat kami??? Jabatan, tahta kamu tidaklah ada gunanya saat semua telah terjadi, yang ada hanya omong kosong janji yang keluar dari mulut manis berbisa para kantong tebal, tolonglah buka pintu hati kamu.... lapangan kerja hanya kampanye belaka karena ku tau pabrik hanya beroperasi dengan mesin bukan dengan kami yang akan dijadikan robot bernyawa... yang berkuasa dan yang berperasaan tolong kami kaum lemah untuk pertahankan sejarah. Kami sesungguhnya tak rela Gunung Kendeng bedah... selamatkan saudara kamu.... Karena ku tahu dampaknya adalah keuntungan bagi investor bukan pada masyarakat sekitar... bahkan kami bisa tersingkir oleh para manusia bermodal baja karena kami hanya bermodal hati... Gunung Kendengku... Gunung Kendengku... Gunung Kendengku... Dengarlah keluhanku... Keluhan kaum lemah di lerengmu...
Sabtu, 23 Oktober 2010
NYAI AGENG NGERANG
A. ASAL - USUL NYAI AGENG NGERANG
Nyai Ageng Ngerang mempunyai nama asli Siti Rohmah Roro Kasihan . Walaupun disisi lain, ada yang mengatakan bahwa nama beliau banyak sekali, bahkan sampai 24 nama, akan tetapi itu hanya nama samaran ketika beliau mengadakan peperangan dengan bertujuan untuk berdakwah, menyebarkan agama Islam, Supaya tidak diketahui jatidiri beliau sebenarnya. Karena kalau nama asli beliau yang dipergunakan, justru akan menghambat misi perjuangan dakwah beliau.
Beliau adalah merupakan seorang waliyullah yang banyak disegani banyak orang, karena disamping beliau mempunyai keturunan bangsawan / darah biru dari Raja Brawijaya V, juga beliau seorang Waliyullah yang gigih dan berani untuk menegakkan kebenaran serta Penyayang dan Melindungi kaum yang lemah dan teraniaya.
Beliau senang sekali terhadap orang yang kehidupanya sederhana serta suka membantu orang yang mengalami kesusahan dalam menghadapi problema kehidupan yang tak kunjung sirna, selama mereka mau bertawasul kepada Beliau. Sesuai dengan namanya Siti Rahmah Roro Kasihan adalah seseorang yang suka menaruh belas kasihan / iba dan memberi kasih sayang terhadap kaum muslimin yang ingin mendoakan dan sekaligus membutuhkan bantuan beliau ( Tawasul kepada beliau ) untuk meminta kepada Allah SWT.
Beliau mempunyai pandangan yang jauh dan luas dalam hidup dan kehidupan manusia secara hakiki. Sebagai seorang sufi yang tidak senang dengan kemewahan dunia belaka, maka hidupnya diabdikan dan tawakal kepada Allah untuk berjuang menegakkan agama islam dengan berdakwah dari tempat satu ketempat yang lain, yang beliau anggap tepat sasaranya.
Menurut apa yang dituturkan dari berbagai sumber dan catatan – catatan bersejarah, bahwa beliau berasal dari kerajaan majapahit tepatnya pada masa pemerintahan Raja Brawijaya V, Prabu Kertabumi, yang telah menurunkan Raden Bondan Kejawan, Lembu Peteng. Raden Bondan kejawan mempunyai istri Dewi Nawangsih. Dewi Nawangsih merupakan Putri dari Nawang Wulan dan Nawang Wulan adalah istri dari Ki Jaka Tarub, Kidang Telangkas .
Raden Bondan Kejawan menurunkan tiga putra, yaitu Ki Ageng Wanasaba, Ki Ageng Getas Pandawa dan Putri yang bungsu bernama Nyai Ageng Ngerang / Roro Kasihan .
Adapun sejarah kedatangan beliau menurut catatan ahli tarikh. Pada waktu itu beliau hidup dalam kerajaan yang syarat dengan banyak aturan duniawi, serta terbelenggunya kegiatan penyebaran agama islam, oleh karena itu, beliau melakukan melanglang buana dalam rangka misi dakwah dengan menjauhkan diri dari kerajaan tesebut untuk benar – benar dapat menemukan kehidupan yang hakiki dan diridhoi ilahi robbi. Dengan uzlah (mengasingkan diri) dan berdakwah agama islam, dengan sistim berpindah tempat, dari tempat satu ketempat yang lain, termasuk pernah singgah ditanah muria, dan akhirnya beliau mendapatkan wilayah yang layak dan tepat untuk berdakwah yaitu di Pati kidul, tepatnya di dusun Ngerang Tambakromo Pati.
Dalam cerita masyarakat, bahwa pada saat berkumpul dan musyawarah beserta para saudara, Auliya dan penggede pada saat itu, untuk menentukan langkah selanjutnya dalam misi perjuangan dakwah. Beliau kadang diremehkan, karena seorang perempuan. “Perempuan identik dirumah dan tidak bisa berbuat apa-apa, bagian perempuan hanya sedikit (setengah bagian dari laki-laki), lain halnya dengan bagian laki-laki ”, karena langkah seorang perempuan itu sempit dan tidak bisa mendapatkan wilayah kekuasaan yang begitu luas. Oleh karenya menurut beberapa versi, beliau langsung membakar Slendang Kemben yang menjadi warisan dari nenek beliau Nawang Wulan dan Ki Jaka Tarub. Dan beliau berkata, “Langes dari bakaran slendang ini yang dibawa angin, dimanapun jatuhnya, dan tempat yang kejatuhan langes tersebut akan menjadi Bumi Ngerang. Ada juga yang mengatakan bahwa slendang beliau di hamtamkan keatas udara dan keluar percikan api dan percikan api tersebut mengeluarkan sisa yang dinamakan langes.
Menurut versi lain bahwa beliau membuat perapian dengan membakar sisa batang padi, kemudian langes dari perapian tersebut ditiup angin dari hembusan Slendang Kemben beliau. Kemudian langes tersebut dimanapun jatuhnya akan membentuk bumi Ngerang.
Dengan melihat kejadian tersebut, konon saudara-saudara beliau juga tidak mau kalah dengan apa yang telah dilakukakanya, maka tidak berfikir banyak, saudara-saudara beliau kemudian membakar kaosnya. Dimanapun langes bakaran dari kaos tersebut jatuh, maka akan membentuk bumi / tanah muria. Dengan demikian itu bumi Ngerang dan bumi muria terdapat dimana-mana. Dan bumi tersebut tidak ada yang kuat menempatinya ( banyak problem dan masalah kehidupan yang dihadapinya ), kecuali yang memanfaatkan adalah anak dan cucu beliau.
Didalam perjalanan perjuangan dakwah Nyai Ageng Ngerang sangat penuh dengan cobaan, rintangan dan halangan. Tapi itu semua, tidak membuat beliau jera dan putus asa, karena perjuangan untuk membumikan syariat agama Islam, syarat dengan halangan dan rintangan. Perjuangan beliau berakhir didusun Ngerang Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati Jawa Tengah. Akhirnya beliau membangun masjid dan tempat tinggal sebagai wadah untuk istiqomah dalam berdakwah di dusun Ngerang tersebut, tepatnya di muludan, sebelah utara makam beliau.
Makam Beliau ada di dusun Ngerang kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati, tanah pemakaman beliau disebut dengan istilah sentono ( tanah kerajaan ), karena dahulu ditempat itu merupakan sebuah kerajaan dimasa hidup beliau. Makam beliau sangat dikeramatkan, dihormati dan dirawat serta dijaga oleh warga dusun Ngerang Tambakromo Pati dengan baik, karena beliau selain sebagai pejuang islam yang tangguh, juga beliau merupakan cikal bakal dusun Ngerang Tambakromo.
B. SILSILAH KETURUNAN BELIAU
Menurut beberapa catatan dan keterangan dari berbagai sumber, termasuk dari Keraton Surakarta Hadiningrat, bahwa Nyai Ageng Ngerang mempunyai nama asli Siti Rohmah Roro Kasihan, setelah menikah dengan Ki Ageng ngerang, nama beliau berubah menjadi Nyai Ageng Ngerang. Beliau mempunyai tali lahir maupun batin dengan sultan – sultan dan guru besar agama yang bersambung pada Raja Brawijaya V, raja majapahit Prabu Kertabumi, Beliau diberikan nama dengan sebutan Nyai Ageng Ngerang dan makamnya ada didusun Ngerang Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati, ada beberapa versi yang mengatakan, beliau senang membantu orang yang sedang di ganggu demit dan termasuk didusun Ngerang juga banyak demit yang pating sliwerang, kemudian dikalahkan dan diusir oleh beliau dari dusun itu, maka oleh karena itu beliau disebut Nyai Ageng Ngerang.
Dilihat dari silsilah beliau kebawah dan seterusnya. Nyai Ageng Ngerang yang makamnya di Ngerang Tambakromo Pati adalah Nyai Ageng Ngerang, Siti rohmah Roro Kasihan. Beliau di peristri Ki Ageng Ngerang I.Ki Ageng Ngerang I Putra dari Syaihk Maulana Malik Ibrahim. Dan atas perkawinan Nyai Ageng Ngerang dan Ki Ageng Ngerang I, beliau mempunyai dua orang Putra, Pertama adalah seorang putri dan belum diketahui dan dijelaskan namanya didalam buku – buku maupun sumber lain. Putri Beliau yang pertama diperistri oleh Ki Ageng Selo . Dan Ki Ageng Selo adalah putra dari Ki Ageng Getas Pendawa. Putra yang kedua beliau adalah Ki Ageng Ngerang II yang disebut Ki Ageng Pati, makamnya sekarang berada di Ngerang Pakuan Juana,
Ki Ageng Ngerang II mempunyai empat putra yaitu Ki Ageng ngerang III, Ki Ageng Ngerang IV, Ki Ageng Ngerang V dan Pangeran Kalijenar.
Sedangkan Ki Ageng Ngerang III, Makamnya sekarang ada di Laweyan solo Jawa Tengah . Ki Ageng Ngerang III ini yang telah menurunkan Ki Ageng Penjawi. Ki Ageng Penjawi, orang yang pernah menjadi Adipati Kadipaten pati setelah gugurnya Arya Penangsang, Arya Penangsang adalah adipati Jipang Panolan dan Arya penagnsang adalah putra Pangeran Sedalepen.
Ki Ageng Penjawi sangat berjasa dalam menumpas pemberontakan yang dilakukan oleh laskar Soreng yang dpimpin oleh Arya Penangsang, untuk membunuh semua keturunan Sultan Trenggono, karena iri hati. Sedangkan Ki Ageng Penjawi sebagai panglima perang bersama Danang Sutawijaya, Ki Juru Mertani, Ki Pemanahan ( tiga Serangkai ) akhirnya dapat mengalahkan Arya Penangsang beserta bala tentaranya.
Dari silsilah Nyai Ageng Ngerang keatas, beliau menjadi Putri bungsu Raden Bondan Kejawan, Lembu Peteng, atas pernikahanya dengan Dewi Nawangsih. Dan Raden Bondan Kejawan sendiri merupakan Putra dari Raja Brawijaya V, Raja majapahit, Prabu Kertabumi. Raja Brawijaya bertahta pada tahun 1468 – 1478 M .
Ayah Nyai Ageng Ngerang masih saudara Raden Patah. Raden Patah adalah orang yang pertama kali menjadi Sultan pada Kerajaan Islam pertama di pulau jawa, yaitu Kasultanan Demak Bintoro. Kerajaan islam pertama dijawa yang didirikan oleh Raden Patah dan Raden Patah bergelar “Akbar Alfatt” Raden Patah juga Putra Raja Brawijaya V dengan ibu keturunan Champa, daerah yang sekarang adalah perbatasan Kamboja dan Vietnam.
Hubungan Nyai Ageng Ngerang dengan Jaka Tarub, Kidang Telangkas. Jaka tarub mempunyai istri bernama Nawang Wulan. Nawang Wulan dan Ki Jaka Tarub mempunyai Putri Nawangsih dan Nawangsih diperistri Raden Bondan Kejawan, Lembu Peteng. Dan dari perkawinan Raden Bondan Kejawan dan Nawangsih, telah menurunkan tiga putra, pertama Syaikh Ngabdullah yang sekarang terkenal dengan sebutan Ki Ageng Wanasaba, dan putra kedua adalah Syaikh Abdullah yang terkenal dengan sebutan Ki Ageng Getas Pandawa dan yang bungsu adalah Siti Rohmah Roro Kasihan yang terkenal dengan sebutan Nyai Ageng Ngerang .
Hubungan Nyai Ageng Ngerang dengan Sunan Muria, bahwa Sunan Muria merupakan saudara Nyai Ageng Ngerang yang kesekian kalinya. Dengan melihat beberapa versi tentang silsilah orang tua Sunan muria. Versi pertama mengatakan bahwa Sunan Muria anak Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishaq, padahal anaknya sunan Kalijaga yang bernama Raden Ayu Penengah menjadi istri Ki Ageng Ngerang III, oleh karena itu dapat tarik kesimpulan bahwa Sunan Muria bukan menantu Nyai Ageng Ngerang, seperti yang disebutkan dalam cerita masyarakat, bahwa Dewi Roroyono menjadi Putri Nyai Ageng Ngerang dan diperistri Sunan Muria. Sunan Muria merupakan keponakan Nyai Ageng Ngerang dari Sunan Kalijaga.
C. SAUDARA – SAUDARA BELIAU
Seperti yang disebutkan diatas. Diceritakan bahwa pada sekitar tahun 1468 – 1478 M. ada seorang Prabu Kertabumi yang bertahta, raja Brawijaya V. kerajaan Majapahit yang menikah dengan seorang putri yang bernama Dewi Wandan Kuning. Atas pernikahan itu menurunkan putra bernama Raden Bondan Kejawan, Lembu Peteng. Dan dari perkawinan Raden Bondan Kejawan dan Dewi Nawangsih yang menjadi putri Ki Ageng Jaka Tarub dan Nawangwulan. Pernikahan Raden Bondan Kejawan dan Dewi Nawangsih mempunyai tiga orang Putra yaitu :
1. Ki Ageng Wanasaba
2. Ki Ageng Getas Pendawa dan
3. Nyai Ageng Ngerang / Roro Kasihan
1. Ki Ageng Wanasaba, yang nama aslinya adalah Kyai Ageng Ngabdullah merupakan kakak kandung Nyai Ageng Ngerang yang pertama / sulung, yang sekarang makamnya ada di daerah yang bernama kabupaten Wonosobo, tepatnya di desa Plobangan Selo merto .
Dalam masa hidupnya, Ki Ageng Wanasaba juga sebagai seorang Pemimpin yang yang hebat dan karismatik. Ki Ageng Wanasaba dikenal juga dengan julukan Ki Ageng Dukuh, akan tetapi desa Plobangan lebih dikenal dengan Ki wanu / Ki wanusebo. Perbedaan nama tersebut disebabkan dialek daerah Wanasaba tersebut terpengaruh oleh dialek Banyumas.
Ki Ageng Wanasaba dipercaya dan diyakini sebagai waliyullah, yang telah melanglang buana keberbagai tempat dalam rangka mencari ilmu sekaligus menyiarkan agama Islam. Ki Ageng Wanasaba merupakan cucu dari Prabu Brawijaya V, Raja Majapahit dan merupakan putra Raden Bondan Kejawan, Lembu Peten , putra Brawijaya V yang menikah dengan Nawangsih, dan Nawangsih sendiri putri dari Ki jaka Tarub yang menikah dengan Dewi Nawang wulan ( epos Jaka Tarub ).
Ki Ageng Wanasaba mempunyai Putra yaitu Pangeran Made Pandan, nama lain dari Ki Ageng Pandanaran. Pangeran Made Pandan mempunyai putra Ki Ageng Pakiringan yang mempunyai istri bernama Rara Janten. Dari pasangan ini mempunyai empat Putra yaitu Nyai Ageng Laweh, Nyai Ageng Manggar, Putri dan Ki juru Mertani.
Situs makam Ki Ageng Wanasaba saat ini dipugar, dikeramatkan dan dijaga dengan baik oleh warga sekitar. Lokasi situs ini sangat dihormati oleh masyarakat, karena KI Ageng Wanasaba merupakan tokoh penyebar agama islam dan sekaligus cikal bakal dari desa Plobangan Selomerto kabupaten wonosobo. Di sekitar makam Ki Ageng Wanasaba terdapat tiga makam kuno. Konon tiga makam itu juga merupakan pendahulu, seorang ulama yang sejaman dengan Ki Ageng Wanasaba.
2. Ki Ageng Getas Pendawa, yang nama aslinya adalah Kyai Ageng Abdullah atau yang disebut Raden Depok adalah saudara kandung beliau, Ki Ageng Getas Pendawa merupakan kakak kandung Nyai Ageng Ngerang yang kedua. Ki Ageng Getas Pendawa juga seorang yang hebat, berwibawa dan karismatik serta sangat sederhana dalam hidup dan kehidupan manusia.
Beliau juga seorang pemimpin yang tegas dan berwibawa, oleh karena itu beliau disebut Ki Ageng Getas Pendawa. Beliau sangat tangguh dan konon sangat kuat dalam riyadhoh / tirakat, mengolah batin untuk mendekatkan diri kepada Allah, dengan harapan bisa menenangkan diri dan dapat menyebarkan agama islam dengan ikhlas, tulus dan berhasil. Makam beliau juga dikeramatkan oleh warga sekitar. Makam Ki Ageng Getas Pandawa ada di desa Kuripan Purwodadi, Grobogan.
Ki Ageng Getas Pendawa mempunyai putra yang bernama Ki Ageng Sela, Nyai Ageng Pakis, Ki Ageng Purna. Ki Ageng Kare, Ki Ageng wanglu, Ki Ageng Bokong dan Ki Ageng Adibaya. Sedangkan Ki Ageng Sela mempunyai Putra KI Ageng Enis dan Ki Ageng Enis menurunkan putra yang bernama Ki Ageng Pemanahan.
PERISTIWA DAN KERAMAT BELIAU
Nyai Ageng Ngerang disamping merupakan keturunan bangsawan / darah biru dari kerajaan Majapahit, Prabu Kertabumi, juga seorang waliyullah yang selalu belajar dan memperdalam ilmu pengetahuan agama dengan tekun, sering pula beliau melatih jiwa dengan tirakat dan riyadhoh yang tak kunjung berhenti dan selalu istiqomah.
Disebelah selatan makam beliau ada sebuah tempat yang syarat dengan mistis, yang masyarakat sekarang menamakanya dengan istilah ‘Punthuk’ tempat ini merupakan tempat bertapa, meditasi dan munajat beliau kepada Allah SWT, sehingga mendapatkan ketenganan jiwa dan derajat yang mulia disisi Allah, Tempat tersebut sampai sekarang tidak ada tumbuhan yang dapat bersemi dan berkembang.
Disebelah utara makam beliau juga terdapat sebuah tempat yang bernama Muludan, ditempat itu penuh dengan sejarah, disamping sebagai bekas peninggalan masjid dan padepokan beliau. Beliau juga sering mewujudkan kecintaanya kepada Rasulullah dengan banyak melantunkan sholawat dan pembacaan maulid nabi Muhammad ditempat itu. Oleh Karena itu Beliau mendapat julukan dengan sebutan Pecinta Maulid Sejati.
Muludan sebuah tempat yang tidak begitu laus arealnya, kurang lebih sekitar 10 m², walaupun demikian, dengan kemulyaan dan keramat beliau, yang diberikan oleh Allah SWT, membuat tempat itu dapat menampung seluruh warga dukuh Ngerang ketika mengadakan ritual sedekah bumi dan lain sebagainya.
Dengan begitu, karena banyaknya pengabdian dan pelatihan serta pembersihan jiwa dihadapan sang kholiq, membuat beliau diberikan fasilitas dan keistimewaan oleh Allah, berupa keramat (Kemuliaan disisi Allah). Menurut beberapa sumber yang telah diwawancarai oleh penulis, bahwa beliau banyak memiliki keramat diantaranya :
1. Shohibul Maqbaroh yakni keberadaan beliau setiap saat, apabila beliau dikehendaki untuk datang dan dibacakan surat fatihah kemudian dihadiahkan kepada Rasul kemudian beliau, insyaAllah beliau akan datang menemuinya, bagi yang dikehendaki oleh Nyai Ageng Ngerang dengan melihat kebersihan dan kesucian hati orang tersebut .
2. Beliau punya khadam yang berupa kuda yang disebut “Jaran Sembrani”, jikalau beliau bebergian untuk berdakwah selalu naik kuda tersebut, konon warga Ngerang tidak boleh memiliki peliharaan kuda, sebab bisa dikatakan menandingi kuda beliau, dengan melihat fakta, bahwa ketika ada acara haul Nyai Ageng Ngerang, dan pada saat dan waktu kirab luwur berlangsung, ada sebagian orang yang ikut kirab tersebut sambil membawa kuda. Dan kuda tresebut, setelah masuk halaman makam kemudian kuda itu langsung berontak dan negar – negar (mengangkat kepala dan kaki depan) serta langsung berbalik arah. Seakan-akan minta cepat kembali dari makam itu .
3. Beliau juga punya khadam yang berupa Lembu Peteng, harimau. Setiap kali ada acara haul Nyai Ageng Ngerang, Lembu tersebut kerap datang dan lewat kerumunan orang banyak dan bersama-sama ikut kirab luwur, walaupun demiikian tidak ada satupun orang yang tahu akan kehahadiranya ditengah – tengah orang. Akan tetapi bagi orang yang disayang dan dicintai beliau, dapat mengetahui dan melihat keberadaan Khadam yang berupa lembu tersebut .
4. Beliau juga pewaris sendang widodari dari neneknya Nawang Wulan, disamping itu beliau dapat warisan Slendang Kemben, slendang tersebut yang dapat membentuk tanah / bumi Ngerang, sehingga tanah / bumi Ngerang berada dimana-mana. Ketika beliau ada masalah wilayah yang menjadi kekuasaanya dengan raja – raja dan penggede di tanah jawa dengan direndahkan sebagai seorang wanita tidak bisa kemana – mana atau sempit langkahnya dan sedikit wilayahnya, oleh karena itu slendang beliau disambarkan keatas dan langsung mengeluarkan api, dan api tersebut menyisahkan abu atau langes. Dimanapun tempat yang kejatuhan langes tersebut, maka tanah yang terkena langes slendang kemben akan menjadi tanah Ngerang, konon tanah Ngerang tersebut, tidak ada yang kuat menempati dan memanfaatkanya, karena banyak problem kehidupan yang tidak kunjung hilang, kecuali orang Ngerang dan anak serta cucu Nyai Ageng Ngerang yang kuat menempatinya .
5. Beliau juga mempunyai khadam yang berupa hewan banteng, menurut cerita masyarakat, ketika beliau bertani dan bercocok tanam, tiba – tiba lahan pertanian yang digarab oleh beliau diserang segrombolan banteng dan mengamuk serta ingin merusak tanaman, tapi alhamdulillah dengan ijin Allah beliau dapat mengalahkan dan akhirnya banteng tersebut tunduk serta diberikan minum yang diambil dari Sendang Putih. Sendang putih keberadaan tempatnya sekarang di dusun mbanger Mojo Mulyo Tambakromo Pati. Sendang tersebut banyak orang yang mengambil berkah dan dijadikan obat penyembuhan segala penyakit. Kemudian Banteng tersebut menjadi khadam beliau. Oleh karena itu disebelah selatan makam beliau, jurusan dusun Seleneng, ada sawah yang namanya “sawah bantengan”.
6. Beliau kemana – mana selalu diikuti angin, suara gemuruh angin yang menjadi kendaraan beliau. Dengan istillah angin maka itu menjadi ciri khas Beliau, beliau dapat mencegah dan mendatangkan angin. Konon bagi siapapun yang mempunyai nazar ( uni / janji ) kepada Allah lantaran beliau dan tidak mau menepati janjinya karena sudah berhasil maksud dan tujuanya , maka akan datanglah angin yang dapat memporak-porakdakan desa tersebut. Beliau juga mempunyai genteng yang dipercaya dan diyakini oleh banyak orang dapat tolak hujan, akan tetapi setelah pinjam genteng tersebut harus dikembalikan. Jika tidak dikembalikan kepada beliau maka akan diporak-porakdakan desa tersebut dengan angin yang menjadi kebesaran beliau. Seperti yang didengar oleh penulis sendiri. Tepatnya didaerah Kayen ketika dilanda angin puting beliung, ada sebagian masyarakat yang mengatakan bahwa ada sebagian masyarakat yang telah pinjam genteng Nyai Ageng Ngerang untuk keperluan tertentu, tapi setelah hasil maksud dan tujuan, akhirnya tidak mau mengembalikan genteng tersebut, maka desa itu dilanda angin puting beliung .
7. Keramat beliau yang lain, berhubungan dengan kain luwur. Setiap 1 Muharram sering diganti yang baru dan luwur yang lama dilelang. Banyak orang yang mengatakan bahwa barkah dari luwur tesebut sangat luar biasa. Dari beberapa sumber yang didapatkan oleh penulis, ada seorang yang sedang merantau di Malaysia. Orang tersebut tidak punya Paspor, karena tanpa sengaja paspor tersebut hilang. Walaupun demikian orang tersebut punya keinginan untuk pulang ke Indonesia dan takut karena tidak punya paspor, maka dia mengambil berkah dengan kain / luwur Nyai Ageng Nngerang, alhamdulillah di Bandara tidak menemukan masalah / tertangkap oleh Polisi Diraja Malaysia. Ada juga Rombongan Satu Bus, yang sedang dalam perjalanan menuju Sumatera karena merantau untuk mengais rizki disana, akan tetapi ditengah perjalanan, tiba-tiba bus oleng dan terperosok kejurang. Alhamdulillah dengan berkah kain / Luwur Nyai Ageng Ngerang para penumpang tersebut tidak ada yang luka serius dan selamat semua. Juga ada peristiwa kapall tenggelam dan diantara penumpang tersebut ada yang membawa kain / luwur Nya Ageng Ngerang, alhamdulillah walaupun sudah tiga hari diombang - ambing ombak di tengah laut. Tetapi selamat atas berkah dan lantaran Nyai Ageng Ngerang. Dan akhirnya orang tersebut bersyukur kepada Allah dan datang kemakam Nyai Ageng Ngerang untuk mengucapkan terimakasih dan memberikan sedekah. Ada juga ketika ditengah hutan, tepatnya di Sumatra. Ada seekor babi hutan sedang mengamuk, akan tetapi senjata apapun tidak ada yang mempan untuk melukai binatang itu, akan tetapi ada sebagian orang memiliki kacu dari makamnya beliau, kemudian kacu itu diikatkan dengan senjatanya. Setelah dilemparkan ternyata dapat melukai hewan tersebut, termasuk kacu tersebut dapat dipakai untuk menyembelihnya. Begitu banyaknya manfaat dan berkah dari kain / luwur makam Nyai Ageng Ngerang yang tidak bisa disebutkan semau oleh penulis karena sudah terlalu banyaknya keramat beliau. Sehingga Banyak orang yang antusias dan mencari kain tersebut untuk dijadikan wasilah, karena beliau dekat dengan Allah, sehingga permintaan kepada Allah lantaran Nyai Ageng Ngerang mudah dikkabulkan oleh Allah SWT. Semua itu demi keselamatan, usaha mencari ma’isyah (harta benda) untuk menafkahi keluarga. Banyak orang yang mengharapkan berkah dan manfaat dari orang suci dan waliyullah Nyai Ageng Ngerang. Yang penting semua itu, tidak menyebabkan musyrik (menyekutukan Allah), begitu juga tidak dipergunakan untuk berbuat sombong didalam hidup dan kehidupan manusia, karena Nyai Ageng Ngerang Tidak senang dan benci dengan Sifat yang demikian tersebut .
8. Keramat beliau yang tak kalah pentingnya adalah Karak / Nasi khusus yang telah didoakan di makan Nyai Ageng Ngerang. Nasi tersebut banyak orang yang percaya dan meyakininya denga penuh dengan berkah dan banyak manfaatnya, antara lain untuk pengobatan, usaha dan lain sebagainya. Ada yang lebih khusus lagi yaitu dipergunakan untuk tolak angin / terhindar dari angin kencang, ketika ada angin kencang, karak tersebut kemudian dilemparkan didepan rumah / atau keatas genteng serta bertawasul kepada Rasulullah dan kemudian Nyai Ageng Ngerang, insyaAllah terhindar dari angin kencang tesebut / angin tersebut menghindar dan lari dari rumah yang bersangkutan
WAFAT DAN HAUL BELIAU
Melihat sosok Nyai Ageng Ngerang sebagai seorang yang suci, berketurunan darah biru dan sekaligus sebagai Waliyullah. Membuat dusun Ngerang akan menjadi maju dalam pembangunan mental dan spiritual.
Kehadiran Nyai Ageng Ngerang di dusun Ngerang dapat mewarnai dalam bentuk kehidupan, desanya dapat dijadikan bekal yang sangat berharga untuk meraih masa depan yang lebih baik bagi warga dusun Ngerang khususnya, dan seluruh kaum muslimin ummnya. Dalam hal ini tampak jelas, bahwa dengan melihat potret keberadaan dusun Ngerang, keberadaan dusun tersebut sekarang sudah dikenal sebagai desa santri, karena banyak TPQ dan Banyak Pesantren dikelak kemudian.
Ini semua bisa diambil sebgai mauidhah dan pelajaran yang sangat berharga dalam berdakwah, bahwa islam bukanlah sebuah ajaran yang hanya diyakini dan dipahami belaka, melainkan harus dengan berbagai cara dan susah payah dalam perjuangan dan penegakan serta pemeliharaanya, supaya syariat islam dapat dilaksanakan dengan exis dan istiqomah demi untuk mencapai ibtigha’an fi mardhotillah.
Dengan Qodho dan taqdir Allah SWT. Kembalilah beliau, almarhum kepangkuan-Nya dengan tenang, “ Inna Lillahi Wa Inna ilaihi Rajiun”, Kita semua kaum muslimin yang ditinggalkkan merasa sekali dilubuk sanubari yang tulus, betapa kita telah sangat kehilangan seorang tokoh besar, keturunan darah biru dan sekaligus Waliyullah, sangat berjasa untuk merintis dan mengajarkan nilai-nilai keagamaan yang luhur dan sangat mulia.
Walaupun beliau telah wafat dan meninggalkan kita semua, tapi tak akan lapuk dan hilang begitu saja dalam dada sebagai murid dan anak cucu beliau, untuk selalu memelihara dan memakmurkan serta menyuburkan apa yang beliau tanam. Sehingga peninggalan beliau yang sangat berharga itu, benar – benar menjadi bermanfaat untuk selamanya.
Ngerang yang sekarang sudah tidak merupakan hutan lagi dan tidak ada penghuni, sekarang menjadi subur dan makmur yang selalu memancarkan cahaya iman dan taqwa, tiang dan panji serta kejayaan Islam akan menjadi jaya dan merdeka dari belenggu Penjajah, baik berupa manusia maupun syaitan.
Di dusun Ngerang telah berdiri berbagai lembaga Formal maupun nonformal dari tingkat PAUD. TK dan Sekolah Dasar sampai kepada tingkat Menengah Keatas. Semua itu adalah merupakan buah dari Perjuangan beliau, yang dalam usahanya tidak lepas dari berbagai rintangan dan tantangan yang berat. Penghargaan dan ucapan terimakasih selama ini yang kita berikan kepada beliau, sama sekali beum mencukupi, jika dibandingkan dengan jasa – jasa perjuangan yang beliau hadiahkan dan persembahkan kepada umat islam. Hanya kepada allah SWT kita memohon, semoga beliau selalu mendapat maqfiroh, rahmat dan balasan yang mulia serta layak disisi Allah AWT. Amin.
Jenazah beliau dimakamkan di dusun Ngerang, dibawah lereng gunung Gendeng yang udaranya sangat segar dan sejuk. Hari tanggal wafat beliau tidak dapat diketahui secara pasti, karena terlalu panjang kurun hidup beliau dengan sekarang sampai ratusan tahun, namun setiap tanggal 1 Syuro / Muharram diperingati sebagai hari haul / ulang tahun beliau.
PENINGGALAN DAN BARANG PUSAKA BELIAU
A. Muludan
Muludan adalah sebuah tempat sederhana yang tidak begitu luas tanahnya (sekitar 10 m2), Tapi mengandung sejarah yang tak terlupakan hubunganya dengan beliau. Disini pernah dibangung sebuah masjid dan Padepokan / Majlis Ta’lim (istilah sekarang). Karena Masjid adalah ciri khas perjuangan para auliya. Muludan adalah tempat yang dulunya ada sebuah masjid yang telah di bangun oleh beliau, akan tetapi karena sudah terlalu lamanya masa kehidupan beliau dengan sekarang, masjid peniggalan beliau tinggal puing-puing dan bekas bangunan belaka. Keberadaan Masjid yang dibangun beliau, dapat dipergunakan oleh beliau untuk memulai kegiatan dakwah keagamaan, baik berupa Pendidikan dan Pengajian / majlis ta’lim, kegiatan sosial kemasyarakatan, mujahadah, zikir dan lain sebagainya.
Tempat yang disebutkan diatas, namanya Muludan, menurut sumber yang didapatkan oleh penulis. Ketika dimasa hidup beliau, beliau telah membangun sebuah masjid. Masjid tersebut fungsinya tidak hanya sebagai pusat kegiatan keagamaan, juga sebagai padepokan, istilah sekarang pesantren. Diantara kegiatan beliau adalah yang menjadi kecintaan terhadap Rasulullah, beliau sering melantunkan kalimat – kalimat maulid dimasjid ini. Sehingga tempat ini dinamakan muludan / Mauludan.
Tempat ini menjadi tempat yang penuh menyisahkan sejarah yang penuh dengan spiritual dan mistis. Tempat yang panjang lebarnya tidak begitu luas tersebut, akan tetapi sangat mengandung nilai keajaiban dan
B. Punthuk
Puntuk adalah sebuah tempat yang arelanya sekitar 2 m² , penuh dengan mistis dan misterius. Karena tidak ada tumbuhan apapun yang dapat berkembang disitu, walaupun dikiri kanan sekitar tempat tersebut ada tumbuhan yang tumbuh subur. Puntuk merupakan tempat untuk mengolah batin beliau, dengan bertapa, tirakat dan munajat kepada Allah. Sehingga beliau menemukan ketenangan jiwa, lahir dan batin. Dengan menapak tilas tempat yang penuh dengan mistis dan romantika kehidupan ini, maka
keramat yang luar biasa, karena tempat tesebut dapat ditempati semua warga dusun Ngerang, ketika mengadakan acara Sedekah bumi .
ditempat ini banyak orang yang melakukan tirakat seperti apa yang dilakukan oleh anak dan cucu beliau.
C. Wedelan
Tempat ini merupakan lahan yang dipergunakan untuk usaha beliau pada saat itu, berupa medel / mencetak pakain secara tradisional. Tempat yang keberadaanya sangat dekat dengan parkiran sepeda motor sebelah utara makam beliau, ini mempunyai nilai mistis pada saat itu. Konon menurut perasaan setiap orang yang menggunakan jasa beliau untuk medel / mencetak pakaian yang sesuai dengan keinginan orang tersebut, tidak begitu lama orang itu untuk membalikkan badan, tapi pesanan orang tersebut sudah jadi dan siap dibawa pulang.
D. Genteng dan Bata
Genteng dan bata adalah termasuk Peninggalan beliau yang masih dapat dilihat dengan mata telanjang. Dua jenis peninggalan beliau tersebut sangat di yakini oleh warga dapat tolak hujan / terhindar dari hujan. Oleh karena itu, ketika ada orang yang punya hajat menikahkan / menghitankan salah satu keluarganya, dengan dasar supaya hajatnya dan maksudnya sukses dan tidak ada hujan pada saat acara dimulai. maka banyak orang yang pinjam genteng tersebut. Akan tetapi setelah pinjam genteng tersebut harus cepat – cepat dikembalikan, sebab kalau ternyata lalai dan tidak mau mengembalikanya setelah berhasil maksud dan tujuanya, maka ada dua alternatif, pertama diminta beliau untuk cepat mengembalikanya. Kedua akan diobrak - abrik rumahnya oleh Allah lantaran Nyai Ageng Ngerang melalui angin tersebut.
Genteng dan Bata peninggalan dimasa hidup beliau sangat berbeda dengan genteng yang lain, baik bentuk maupun ukuran. Ukuran Genteng dan bata menurut sumber yang ditemui oleh penulis. Panjang 20 cm dan Lebarnya 30 cm dan ditengah - tengahnya ada sebuah Cap / stempelnya.
E. Sendang Putih
Sendang ini adalah tempat kecil dan sederhana, tetapi penuh dengan sejarah dan keajaiban. Pada saat ada segrombolan banteng mengamuk, kemudian ditundukkan oleh Nyai Ageng Ngerang dan diberi minum dengan air yang ada di Sendang tersebut, lalu menjadi lunak dan menjadi pengikut beliau.
Sendang itu sekarang berada di dusun mbanger Mojo Mulyo, tidak hanya dijadikan sebagai tempat wisata spiritual, juga masyarakat sekitar sangat menghormatinya, dengan jalan membangun dan memperbaiki kembali sedikit demi sedikit, supaya menjadi baik. Air sendang tersebut tidak pernah habis, sehingga masyarakat sekitar banyak yang memanfaatkan air sendang tersebut dengan berbagai keinginan seperti berobat dsb.
Langganan:
Postingan (Atom)








